Kian hari makin banyak saja jenis penyakit seiring dengan berkembangnya ilmu pengetahuan dan teknologi terutama dalam bidang kedokteran. Seakan antara dokter dan penyakit bersaing untuk saling mendahului. Namun seperti yang telah saya tulis dalam blog yang lain bahwa ada beberapa obat tradisional yang dapat digunakan sebagai pertolongan pertama sebelum memutuskan untuk berobat ke dokter, kali ini saya ingin menulis tentang pengalaman seorang penderita diabetes yang memanfaatkan tanaman herbal sebagai alternatif pengobatannya. Beliau bercerita bahwa melalui food combining dan ororda (olah raga organ dalam) dapat membantunya mengatasi penyakit diabetes yang diidapnya.

dr. Zainal Gani, Apk seorang dokter yang berasal dari daerah Malang, Jawa Timur merupakan orang yang mempraktekkan cara hidup sehat dengan melakukan food combining dan dibarengi dengan ororda secara teratur. Beliau menyadari dirinya mengidap penyakit diabetes saat berusia 35 tahun saat tidak sengaja memeriksakan gula darahnya. Ia tidak menyangka bahwa kandungan gula darah dalam tubuhnya sudah melewati batas normal. Karena hal tersebut beliau bertekat untuk berusaha mengendalikan kadar gula dalam tubuhnya dengan cara alami. Beliau tidak ingin bernasib seperti adiknya yang meninggal lebih dulu akibat penyakit diabetes. Sebagai seorang dokter beliau berusaha mencari obat teampuh untuk mengatasi penyakitnya itu. Namun usahanya ternyata tidak membuahkan hasil dan semakin lama kadar gula dalam tubuhnya semakin tinggi dan sulit dikendalikan.

Bahkan ketika dia sudah tidak makan nasi sekalipun kadar gulanya masih tetap tinggi. Beliau kemudian menerapkan food combining. Food combining ini merupakan pengaturan pola makan dimana saat makan nasi tidak berbarengan dengan makan protein hewani. Saat pagi hari ia hanya makan buah segar dan atau minum jus buah. Menu makan siangnya ikan/daging dengan sayuran sebanyak tiga kali porsi ikan/daging. Malam hari ia menikmati nasi dan sayuran yang juga tiga kali porsi nasi. Namun diakuinya sering tidak makan nasi, karena merasa sudah kekenyangan. Sebagai selingan, pagi dan sore ia minum teh atau minuman herba. Setelah menerapkan food combining, dr Gani mengaku lebih sehat. Ia merasa bertenaga sepanjang hari dan tidak mengantuk setelah makan siang. Lebih anehnya lagi ia merasa dengan makan makanan yang tidak seberat terdahulu, namun justru sekarang tidak mudah merasa lapar.

Pengalaman berharganya ini ia bagikan juga kepada masyarakat di sekitarnya melalui puskesmas-puskesmas, karena beliau memang masih aktif di dinas kesehatan. Kadar gulanya semakin membaik dengan adanya kombinasi food combining yang ia jalankan bersama dengan senam ororda (olah raga organ dalam), gerakan senam ororda ini sederhana namun ia akui cukup menguras keringat. Karena dr Gani sudah pensiun sehingga mempunyai lebih banyak waktu untuk melakukan gerakan ororda lebih dari satu kali sehari.